Wednesday, March 29, 2017

Halal Japanese Food Recipe


Assalamu’alaikum, dear Sisterfillah..
Masih ingat dengan acara Syar’i Lifestyle Halal Food Talk Show and Cooking Demo yang kami bahas di artikel lalu? Penasaran kan bagaimana Chef Hendro membuat Chicken Teriyaki dan Salmon Sushi dengan bahan-bahan yang 100% halal..


Sebelumnya, bahan utama yang perlu diperhatikan dalam hal kehalalan makanan jepang  adalah pada sauce dan campuran nasi seperti; sake, mirin, dan shoyu. Ketiga bahan tersebut tebuat dari hasil fermentasi bahan makanan seperti beras yang ditambahkan arak untuk membantu proses peragian dalam pembuatan sake dan mirin, sedangkan fermentasi kedelai dalam pembuatan shoyu. Dari hasil fermentasi bahan-bahan tersebut menghasilkan alkohol  kategori khamr yang karenanya bisa memabukkan sehingga haram untuk dikonsumsi.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)
Nah, kalau sudah tahu bahan dan proses apa saja yang perlu diperhatikan kehalalannya, langsung kita coba saja yuk resepnya!

1.    Chicken Teriyaki

Bahan saus teriyaki :
1 liter air
75 ml kecap asin
½ wortel, potong kasar
1 batang daun bawang, potong kasar
½ ruas jahe, di memarkan
3 siung bawang putih, memarkan
¼ buah nanas, potong kasar
200 gr katsuobushi*
2 lembar kombu*
1 buah apel malang, ambil sari nya
Air jeruk lemon atau jeruk nipis
Hondashi* secukupnya
100 gr gula pasir
Garam secukupnya



Cara Membuat :
1.       Membuat kaldu : campur air, kecap asin, wortel, daun bawang, jahe, bawang putih, katsuobushi, dan kombu. Masak diatas api kecil sampai mendidih;
2.       Masukan potongan nanas, sari apel malang, air jeruk lemon dan tambahkan gula pasir ( sebagai bahan pengganti sake dan mirin ), garam dan hondashi. Masak dengan api kecil sampai volume saus berkurang menjadi setengahnya untuk meningkatkan cita rasa saus dan saus menjadi sedikit kental atau bisa tambahkan maizena;
3.       Pan fried daging ayam yang sudah dibumbui garam dan merica hingga berwarna kecoklatan, tambahkan saus teriyaki dan masak dengan api kecil sampai saus meresap ke dalam daging ayam.

2.    Salmon Sushi Roll

Bahan :
500 gram beras Jepang
550 ml air
25 ml air jeruk lemon
Garam, gula
Ikan salmon segar, iris tipis memanjang
Alpukat, iris tipis memanjang
Saus Teriyaki
Nori*
Biji wijen

Cara Membuat :
1.       Nasi sushi : campur beras jepang, air, garam, gula dan air jeruk lemon sebagai bahan pengganti mirin, lalu masak sampai nasi matang;
2.       Jika ingin mengkonsumsi ikan salmon matang, bumbui salmon dengan saus teriyaki dan biji wijen. Masak diatas pan dengan sedikit minyak (pan fried) hingga matang dan saus meresap ke dalam ikan;
3.       Siapkan 1 lembar nori diatas bamboo sushi mat, taruh nasi diatas nori dan sisakan bagian nori agar tidak tertutup nasi untuk merekatkan nori ketika digulung. Taruh salmon teriyaki dan alpukat di atas nasi, kemudian gulung dan potong menjadi beberapa bagian.

Selamat mencoba, Sisterfillah J




*Note :
1.        Kecap asin ini sebagai pengganti shoyu yang merupakan hasil fermentasi kacang kedelai. Terkadang masih terdapat shoyu yang memiliki kadar alkohol walaupun rendah. Jadi untuk menghindarinya kita dapat menggantinya dengan kecap asin lokal.
2.        Katsuobushi adalah ikan cakalang yang dikeringkan kemudian diserut tipis seperti serutan kayu.
3.        Kombu adalah ganggang laut atau rumput laut yang memiliki tekstur kenyal.
4.        Hondashi adalah kaldu bubuk atau bahan penyedap yang berbahan dasar ikan.
5.        Nori adalah rumput laut dengan tekstur kering.
6.        Tulang ikan dapat digunakan sebagai pengganti katsuobushi dan hondashi untuk dijadikan kaldu ikan.

Love,

SLS Team


Contributor                     : Food & Health Team
Syari’ah Advisor            : Fathimah Syauqi
Editor                                  : AM

Saturday, February 18, 2017

Kenapa Harus Halal Sih? (Review Halal Food Talk Show and Cooking Demo, by Syar'i Lifestyle)



Assalamu'alaikum,
Sisterfillah, siapa yang suka Sushi, Teriyaki, dan makanan internasional? Hmm tapi bahannya halal nggak ya? Terus pengolahannya gimana?  Nah, pertanyaan-pertanyaan itu dikupas di acara Syar’i Lifestyle Halal Food Talk Show and Cooking Demo, dengan tema makanan Jepang. Acara ini diselenggarakan di Halal Bistro by Fiddleheads, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan pada 4 Desember 2016.





Agar lebih berkah, acara dibuka dengan tilawah dan terjemahannya, kemudian dilanjut dengan sambutan founders oleh Dian Marina dan Fitri Aulia. Talk show pertama diisi oleh Aisha Maharani selaku founder Halal Corner. Pada talk show pertama dibahas soal konsumsi makanan modern dan kaitannya dalam aturan Islam. Nah, ternyata makanan lezat saja tak cukup lho! Kita harus memastikan bahan dan pengolahannya halal dan baik bagi tubuh.





Apa itu halal? Halal adalah segala sesuatu yang diizinkan oleh Allah dan hal itu dapat memberi keselamatan di dunia dan akhirat. Selain itu, ketika memilih hal yang halal, penting bagi kita untuk finding (mencari tahu), knowing (mendalami), dan keeping (menjaga).






Mengapa sih halal itu penting? Karena mengonsumsi makanan halal adalah kewajiban bagi seorang muslim. Sesuatu yang wajib, jika dilanggar akan mendapat murka Allah kan? Hmm tak cuma makanan, penggunaan bahan halal pada tubuh juga penting loh! Seperti dalam ayat berikut;

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu”  (QS Al Baqarah:168)

Terlebih lagi sejak terbukanya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), maka semakin  terbuka pula seluruh akses yang menunjang kehidupan. Hal ini semakin membuat bias tentang makanan mana yang halal dan tak halal. Ngerinya lagi, Aisha Maharani menyampaikan bahwa sekresi dari tubuh manusia (air mata, keringat, lemak perut, dan muntah) saat ini bisa digunakan sebagai bahan tambahan dalam pengolahan makanan. Hiii…. Na’udzubillah min dzaalik..

Setelah seru dengan bahasan talk show pertama, acara berikutnya dilanjutkan dengan demo masak Premium Chicken Teriyaki dan Salmon Sushi bersama Chef Hendro Kusumo. Demo masak ini diramaikan oleh dua komentator yaitu Adinda Palupi (Cooking Lecturer) serta Adi Aprianto (manajer restoran Fiddleheads). Alhamdulillah, peserta sangat antusias memerhatikan sekaligus mencicipi hihihi. Dalam sesi ini, Chef Hendro berbagi soal bahan alternatif halal yang bisa digunakan untuk memasak masakan Jepang. Jika Sisterfillah mau tahu resep lebih lengkapnya, tunggu next article ya..





Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar berkat kerja sama peserta, panitia serta tim sponsor. Semoga kehadiran SLS dapat memberi manfaat bagi Sisterfillah sekalian ya. Sampai jumpa lagi! Wassalammu’alaikum wr wb :) 













Love,

SLS Team

Contributor: OktinaDyah

Syari’ah Advisor: FathimahSyauqi

Editor: AnisaMuthi’ah