Showing posts with label Finance&Career. Show all posts
Showing posts with label Finance&Career. Show all posts

Friday, April 14, 2017

Panduan Ber-SocMed untuk Muslimah Produktif


Assalamu’alaikum,

“Tak semua yang kita tahu harus diobrolkan. Tak semua yang ada di pikiran harus ditulis. Tak semua masalah  harus dicurhatkan. Sesungguhnya setiap kata yang terucap akan ada hisabnya.” 
(Ustadzah Ninih Muthmainnah) 



Sisterfillah, kutipan di atas menyadarkan kita agar berhati-hati dalam berucap, karena segalanya akan dipertanggungjawabkan. Kini lisan tak terbatas pada ucapan mulut, tetapi merambah pada percakapan di dunia maya.  Jauh sebelum itu, Rasulullah SAW meminta umatnya agar menjaga lisan dengan berkata baik atau diam. Berarti kita tak punya opsi berkata buruk kan?


Namun kejadian belakangan ini menjadi sebuah pelajaran. Sudah terbukti bahwa ucapan yang tak terjaga di dunia nyata atau maya dapat mencederai perasaan, menyebabkan hukum pidana, bahkan memecah belah persatuan. Maka rasanya wajar jika pemerintah akhirnya memberlakukan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk memberi kesadaran bahwa ada peraturan yang harus dipatuhi sekali pun di dunia maya.


Ayo ngaku siapa yang nggak bisa mengontrol diri ketika berinteraksi di dunia maya? Nah artikel kali ini akan membahas tips menggunakan media sosial untuk para muslimah agar lebih produktif. Scroll terus sampai bawah ya..


Tips Menggunakan Media Sosial untuk Para Muslimah

1.      Niat karena Allah

Setiap amal tergantung pada niat kan, Sisterfillah? Maka insya Allah jika kita berniat mengakses media sosial sebagai ajang syukur, mencari pengingat diri, atau berbagi kebaikan, mudah-mudahan bernilai pahala. Jangan jadikan socmed sebagai pembunuh keikhlasan dan jauhi riya.


2.      Perhatikan Konten yang Dibagikan

Penting sekali untuk menimbang konten yang akan dibagikan ya, Sisterfillah. Menulis adalah amanah yang akan diminta pertangungjawabannya kelak di akhirat.

“ Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri,”
(QS. Al Baqarah:79)


Pastikan informasi yang dibagikan berasal dari sumber yang jelas, bernilai kejujuran tidak penuh kebohongan, dan cek dulu kebenarannya jika hal itu menyangkut orang lain. Jika kita mencantumkan hadits sebagai landasan, pastikan hadits tersebut shahih (kuat) karena hadits dhoif (lemah) tidak dapat dijadikan landasan utama suatu amal, apalagi hadits maudhu’ (palsu). Intinya, penting sekali mengetahui ilmunya sebelum posting sesuatu.


Cukuplah seseorang dikatakan berdusta, jika ia menceritakan setiap yang dia dengar.”
(HR. Muslim)


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
(QS. Al Hujurat: 6)


Satu lagi yang penting, ketika membagikan status atau pendapat milik orang lain, Sisterfillah harus menyebutkan pemilik status tersebut ya. Jangan mengambil keuntungan dari sesuatu yang bukan milik kita.




3.      Ambil hanya yang baik

Jadilah seperti lebah. Hanya mengambil yang baik dan tidak memberi kecuali yang baik. Diantara rangka mendekatkan diri kepada Allah dengan socmed adalah; menyebarkan ayat Qur’an dan tafsirnya, menyebarkan hadis dan penjelasannya.

Kita juga harus berhati-hati dalam memilih akun yang kita ikuti karena hal tersebut adalah tanggung jawab. Menjadi follower, teman, atau anggota grup dari sebuah kebathilan adalah haram.

“Permisalan teman duduk yang baik dengan yang tidak baik, seperti penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi: terkadang ia akan menawarkan minyaknya kepadamu, dan terkadang ia akan memberimu Dan terkadang juga kamu akan mendapatkan darinya bau yang wangi. Adapun teman duduk yang tidak baik ia seperti seorang pandai besi: kalau tidak membakar pakaianmu, pasti kamu akan mencium darinya bau yang tidak sedap “
(HR. Bukhari Muslim)

Hendaknya kita meng-counter kebathilan yang muncul di socmed.



4.      Perhatikan Etika

Ketika membagikan konten di media sosial, perhatikan etika ya, Sisterfillah. Jangan terburu-buru menyalahkan pendapat orang lain atau mengomentari sesuatu yang belum dipahami maksud penulisnya. Keep your positive mind up!

Takutlah kalian akan berprasangka. Karena berprasangka adalah ucapan bohong besar. Janganlah kalian saling saling iri, saling meneliti kesalahan orang, saling hasud, saling membelakangi, saling bermusuhan. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
 ( HR. Al-Bukhari )

Jika ingin mengkritik sesuatu, gunakan bahasa yang santun. Hati-hati, sekarang sudah berlaku UU ITE. Barang siapa tak jaga lisan dan tulisan, maka bisa-bisa terjerat hukum pidana.


5.      Klarifikasi kesalahan

Manusia tidak mungkin luput dari salah dan dosa. Apabila lidah salah ucap atau jempol salah ketik, jangan enggan untuk membuat klarifikasi. Barang siapa pernah menyebarkan kebathilan kemudian ia bertaubat maka ia wajib menjelaskan kesalahan dan kebathilan yang disebarkan.

“ Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran) “
(QS. Al Baqarah:160)

Pun juga dengan ucapan yang bukan berasal dari diri sendiri. Menjawab segala syubhat, fitnah dan tuduhan yang dilontarkan orang-orang kafir, munafik terhadap Islam

Dan berjihadlah terhadap mereka dengan jihad yang besar “
(QS. Al Furqon:52)


6.      Atur Waktu Posting

Secara pembagian waktu, Sisterfillah bisa memanfaatkan posting di waktu-waktu utama (prime time). Mengapa? Selain agar efisien dan konten kita tepat sasaran, hal ini agar kita disiplin mengatur waktu di media sosial, hihi. Salah-salah, bisa bablas dan waktu terbuang sia-sia.

Menurut blog.hootsuite.com, prime time media sosial Twitter, Facebook dan Instagram berada di jam 13.00-15.00. Namun Sisterfillah bisa juga memanfaatkan jam pagi untuk memberikan penyemangat, atau jam malam untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Sebelumnya, pastikan aktivitas wajib kita sudah tertunaikan ya.

7.      Berhati-hati Berbagi Info Pribadi

Kejahatan yang terjadi tak hanya di dunia nyata lho, Sisterfillah. Kini kejahatan pun dapat terjadi di dunia maya. Sebisa mungkin batasi informasi kontak pribadi, jagalah foto-foto privasi, serta berhati-hati terhadap segala jenis ajakan yang mencurigakan. Sebab di dunia maya, seseorang bisa berpura-pura menjadi siapa pun.

Nah Sisterfillah, semoga makin semangat menjadi muslimah produktif tiap harinya. Ingat, teknologi jangan dilawan, tetapi menfaatkan dengan strategi sebaik-baiknya. Semoga Allah menjaga kita selalu dari hal-hal yang tidak bermanfaat :)





Love,

Syar’i Lifestyle



Contributor: Finance & Career Division

Syari’ah Advisor: Fathimah Syauqi

Editor: AM



Reference:

blog(dot)hootsuite(dot)com

Fiqih Socmed oleh Dr Taufik Qulazhar Hulaimi

Wednesday, December 7, 2016

How to Save (Money on) Your Wedding: Tips Menghemat Biaya Pernikahan

Assalamu'alaikum, Dear Sisterfillah..


Berjalan di atas taburan bunga, memakai gaun anggun, mengikat janji di taman bak surga... Sst, Sisterfillah punya dream wedding versi apa? Mungkin terinspirasi pernikahan seleb yang wah—padahal itu disponsori, lho—atau dengan alasan “Ini kan sekali seumur hidup”, mimpi indah ini ternyata gak murah ya. Rata-rata pernikahan di Jabodetabek bisa menghabiskan puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Lumayan kan, buat beli mobil atau bahkan DP rumah.

“Untuk tiap pernikahan (riwayat lain: sepasang pengantin), selenggarakanlah walimah.”(1) Walimatul ‘Urus, kita kenal juga sebagai pesta pernikahan. Jumhur ulama menyepakati hukumnya sunnah muakkadah dan diusahakan sesederhana mungkin. Tujuan Walimatul ‘Urus adalah untuk mengumumkan dan menghibur pengantin. Bukan terhibur namanya, kalau pengantin baru justru pusing mikirin tagihan. Yuks, siasati biaya pernikahan sisterfillah!  

Skip : Penting atau Pengen ?
 
pic from www.weddingbee.com
Tahukah sisterfillah, seringkali biaya pernikahan membengkak akibat pengeluaran yang “tidak perlu”. Ingat sekali lagi tujuan Walimatul ‘Urus: pengumuman. Jadi, menikah di tanggal cantik, tinta emas untuk nama di undangan, gaun dan rias pengantin dari brand ternama, mobil mewah pengantin, special effect semacam kembang api/confetti—semua itu bisa sisterfillah skip untuk menghemat.

Tanpa sadar, pasangan pengantin seringkali terbebani dengan tradisi atau kebiasaan modern kebanyakan. Sebut saja, prosesi adat tukar cincin, siraman, malam widodareni, tari-tarian, sampai foto pre-wedding, honeymoon, dsb. Seakan bisa mengganggu kesakralan pernikahan, hal ini jadi item ‘sayang-kalau-dibuang’ dalam menyusun bugdet. Coba cermati lagi: apakah tradisi dan kebiasaan tadi mengandung kemaslahatan atau malah kemudharatan bahkan kemusyrikan. Bukan sekedar berhemat, mau kan walimah kita tetap membawa keberkahan sampai akhir.

Simplify : Bahagia itu Sederhana
pic from pinterest
Pernikahan yang sederhana tapi apik, in syaa Allah, tetap bisa mengantarkan pada rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Walimah adalah saat mempelai dengan rendah hati memohon doa kawan-kerabat, bukan ajang unjuk diri. Rasulullah SAW pernah menyelenggarakan walimah dengan hidangan roti dan daging.(2) Pun pernah hanya dengan kudapan kurma, keju, dan samin.(3) Jadi jangan ragu untuk berkreativitas sesuai kemampuan kantong masing-masing.

·         Venue : sewa gedung/halaman rumah/ruang publik murah (aula masjid, taman, lapangan)
·         F & B : catering/belanja & jasa koki masak/gerobak jajanan
·         Gaun & seragam : bikin/sewa/bikin-sewa
·         Undangan : jasa cetak/online invitation
·         Hiburan : grup nasyid kondang/juara marawis pelajar/playlist favorit mp3
·         Panitia : WO/keluarga & teman
·         Ide DIY : undangan, souvenir, dekorasi, photo booth,...asal yakin bisa dan tetep bagus ya.

Sebagian pasangan memilih menggunakan jasa paket pernikahan dimana semua pernak-pernik pernikahan ditawarkan dalam satu harga. Konon, biayanya menjadi lebih terjangkau. Jika menggunakan jasa ini, Sisterfillah perlu cermati kualitas masing-masing vendor.

Ada satu hal yang diklaim sulit disederhanakan dalam pesta pernikahan, khususnya bagi orang timur: List Tamu! Rasanya nyaris tidak mungkin memangkas jumlah tamu undangan. Alih-alih mengurangi porsi makanan, sebaiknya Sisterfillah bersikap bijak dalam menyebar undangan. Sampaikanlah undangan online/lisan yang ditujukan kepada pribadi bukan kelompok. Sertakan RSVP atau tanyakan langsung rencana kehadiran kawan-kerabat. Selain hemat ongkos cetak, porsi makanan bisa diperhitungkan lebih tepat dan terhindar dari kemubaziran.

Include the Real Best Things!


pic from www.northcotemanor.co.uk
Mempertimbangkan biaya yang tergolong besar, sebagian orang memilih menunda tanggal pernikahan 1-2 tahun untuk mempersiapkan dana. Hati-hati, sisterfillah! Usai khitbah, penyakit hati semakin mudah menyelusup. Segerakan akad dan umumkanlah walimah. Best marriage, bukan sekedar best wedding. Bagi sisterfillah yang masih menunggu jodoh itu tiba, nggak ada salahnya mulai menabung dari sekarang.

Last but not least. Menikah adalah sunnah Rasulullah SAW. So, mari hidupkan sunnah Rasulullah SAW termasuk dalam merayakan pernikahan. Saat walimah, hindari ritual atau perangkat bernuansa kemusyrikan. Undanglah tanpa membeda, bahkan ajak juga kaum yatim dan dhuafa di sekitar kita. Mudahkan para tamu menjaga sunnah dalam makan-minum dengan menyediakan tempat duduk yang memadai.

Rasulullah SAW bersabda, “Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang...”(4)

Rasulullah SAW mengatakan, “Sebaiknya kamu sertakan untuk mempelai itu orang-orang yang bersenandung ‘Kami datang, kami datang kepada kalian...” (5)

Jika kebetulan budget Sisterfillah lebih leluasa, tetaplah menjaga syariat dan adab dasar dalam walimah. Hindari tabarruj dalam riasan mempelai, walau disarankan MUA ternama. Termasuk kikir gigi, sambung rambut, cukur alis, tato/gambar bentuk warna di wajah. (6) Sertakan hiburan walimah yang tidak berisi maksiat. Mimpi memiliki pernikahan yang Islami sebaiknya dikomunikasikan sejak awal dengan keluarga, terlebih yang ketat beradat. 

Spesial bagi Sisterfillah yang sedang mempersiapkan pernikahan, kami menyediakan panduan alokasi budget pernikahan yang bisa Sisterfillah download di sini.  Semoga berbahagia!

Love,

SLS Team

Contributor: MA
Syari’ah Advisor: Fathimah Syauqi
Editor: Anisa Muthi’ah
Reference :
Almanhaj.or.id
Salim A. Fillah, Menyimak Kicau Merajut Makna

1.        HR Ahmad [5/359] Atthabrani [I: 112/1], dan lainnya
2.        HR Al Bukhari VII/387, Abu Dawud II/137, Ibnu Majah I/590, Ahmad III/98, dan lainnya
3.        HR Muslim IV/147, Nasa’i II/93, Baihaqi VII/259, dan lainnya
4.        HR Bukhari No 5177
5.        HR Ibnu Majah, hasan menurut Al-Albani, takhrij dalam Irwaa-ul Ghalil 1995
6.        HR Al Bukhari X/306, Muslim VI/166, dan lainnya

Wednesday, September 7, 2016

Tabungan Qurban

Assalamu’alaikum Dear Sisterfillah,

Alhamdulillah kita sudah sampai pada bulan Dzulhijjah. Setelah selamat melewati lebaran kemarin, apa kabar (dompet) Sisterfillah sekarang? Bisa ikut qurban tahun ini kan...?!

Idul Adha, ya Idul Qurban

Idul Adha bukan sekedar momen makan-makan daging kambing seperti iklan kecap yang marak belakangan.  Pada bulan Dzulhijjah kita justru dituntut memperbanyak ibadah, termasuk menyembelih qurban sebagai rasa taat dan syukur pada Allah.

“Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidaklah amal shalih lebih dicintaiNya di dalamnya daripada hari-hari yang sepuluh ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Maka perbanyaklah tahlil, takbir, tahmid di dalamnya” (HR Ahmad dan Tabrani)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka shalatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus.” (QS Al Kautsar : 1 – 3)

Jumhur ulama sepakat hukum ibadah qurban adalah sunnah muakkadah. Bagi yang memiliki kelapangan sangat dianjurkan untuk berkurban dan makruh meninggalkannya. Rasulullah SAW dengan tegas mengatakan,

“Siapa yang memiliki kelonggaran tapi tidak berkurban, maka janganlah mendekati tempat pelaksanaan shalat (Ied) kami.” (HR Ibnu Majah, hasan)

Lapangkah Dompetku?

Disebutkan “bagi yang memiliki kelapangan”, siapa sih maksudnya? Ulama menafsirkan yaitu mereka yang mampu menafkahi diri dan keluarga yang ditanggungnya. Kalau Sisterfillah merasa sedih masih belum bisa menunaikan ibadah qurban tahun ini, coba deh cek lagi sekilas saja hal-hal kecil di sekeliling Sisterfillah.

Handphone, tablet, jam tangan, tas, sepatu, pakaian, produk kosmetik/perawatan terkini—semua yang setahun terakhir ini kita beli karena up-to-date, sedang trend, atau dengan alasan lucu saja. Lalu buat list pengeluaran rutin kita, termasuk bill makan siang di tempat wiskul populer, minuman kopi saat kongkow di kafe, tiket nonton film, juga pengeluaran untuk liburan atau hobi. Nah, Sisterfillah seharusnya sudah mulai mendapat gambaran alokasi pengeluaran selama ini.

Harga hewan kurban semisal kambing di tahun 2016 berkisar antara Rp.1.750.000 – Rp.4.500.000. Jika memilih kambing seharga Rp.2.500.000, kita cukup menyisihkan uang kurang dari Rp.210.000 setiap bulan selama setahun kemarin. Mungkin hampir sama dengan cicilan 0% untuk handphone kita, tagihan pulsa paket internet, bills belanja saat Hari Diskon Nasional, uang jajan di kafe sebulan, atau ongkos backpacker yang (katanya) super hemat.       


Ayo Bisa Qurban! Insya Allah

Ingin saja belum cukup. Niat ikhlas karena Allah harus diiringi dengan kerja nyata alias langkah mewujudkannya. Menabung untuk qurban bisa menjadi salah satu contoh. Saat ini ada beragam produk tabungan yang ditawarkan lembaga keuangan bahkan LAZ untuk membantu umat Islam siap berqurban setiap tahunnya. Bahkan beberapa menawarkan harga lebih murah untuk pembelian di awal waktu karena hewan kurban diternak secara mandiri.

Sesuai definisinya, menabung adalah menyisihkan uang untuk suatu tujuan jangka pendek. Menabung bisa jadi gampang-gampang susah. Ada tips supaya tabunganmu sukses sampai qurban tahun depan.

1.       Pilih tempat yang benar-benar aman
Menabung tidak harus di bank, bisa juga dengan celengan. Pastikan aman, termasuk dari tangan jahil yang ingin “pinjam sebentar” dari tabungan.
 
2.       Sisihkan bukan sisakan
Setelah menerima pendapatan, segera sisihkan untuk tabungan. Disiplin. Sesuaikan dengan perkiraan harga hewan kurban yang ingin dibeli.

3.       Atur prioritas
Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Pengeluaran kebutuhan pokok pun jangan sampai berlebihan, seperti sering makan di luar.

Alhamdulillah bagi Sisterfillah yang telah menunaikan ibadah qurban tahun ini. Bagi yang belum, semoga tahun depan Allah mudahkan ya.

Love,

SLS Team

Contributor: Meidhita Anjani
Syariah Advisor: Fathimah Syauqi
Editor: Anisa Muthi’ah

Sunday, June 26, 2016

Agar Dompet Selamat Pasca Lebaran

Alhamdulillah kita sudah sampai pada 10 hari terakhir Ramadhan. Bisa dibilang ini masa kritis. Banyak godaan untuk jadi lebih konsumtif dengan alasan persiapan lebaran. Padahal Idul Fitri bukan alasan untuk menghambur-hamburkan uang. Ingat firman Allah SWT,

“...dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Israa’ : 26 – 27)


Biar tidak bangkrut pasca lebaran dan kesel nunggu tanggal gajian, simak deh tips mengelola keuangan berikut:

1. Kenali batas dan buat budget khusus Idul Fitri

Setiap orang punya kemampuan berbeda. Jadi, ketahui batas budget kita. Ingat rumus ideal berikut : Penerimaan Tahunan ≥ Pengeluaran Tahunan.

Bagi karyawan, penerimaan tahunan bisa berupa THR, bonus akhir tahun, tunjangan cuti, dll. Dana ini digunakan untuk membayar pengeluaran tahunan seperti zakat (fitrah dan maal), pajak kendaraan, PBB, biaya pendidikan anak, Hari Raya (Idul Fitri & Idul Adha), liburan keluarga, dll. Ternyata bukan Idul Fitri saja kan... Nah, jangan lagi buat budget tak terhingga ya.

Selanjutnya, buat list pengeluaran Idul Fitri—sisihkan terlebih dahulu untuk zakat, lalu baru THR ART, mudik, makan besar keluarga, kue lebaran, angpao sanak saudara, hadiah orangtua/mertua, pakaian baru, hiburan, dll. Tentukan nominal untuk setiap pos pengeluaran dan patuhi! Sebelum shalat Ied, pastikan zakat fitrah kita telah tertunaikan agar setiap umat Islam merayakan Hari Raya dengan gembira.



2. Belanja boleh, asal tanpa stress

Belanja kebutuhan Ramadhan/Idul Fitri sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari. Kalau bisa sepanjang tahun, sambil menunggu mana yang sedang sale. Belanja dalam kondisi tenang tanpa diburu-buru membantu kita berpikir logis dan tetap berjalan sesuai budget. Kalau sudah terlambat? Hindarilah tempat belanja yang ramai. Online shopping bisa jadi pilihan. Jangan mudah tergiur iklan “Anda akan hemat Rp.XXX” atau “Discount on 2nd item”. Bukan hemat namanya kalau malah mengeluarkan uang lebih. Dan ingat, jangan berhutang!


 
3. Mudiklah dengan bijak

Mudik adalah tradisi yang sulit dihilangkan. Sayangnya, pos pengeluaran untuk mudik biasanya yang terbesar. Carilah tiket sepanjang tahun untuk mendapat harga termurah. Atau pilih tanggal kepulangan saat hari H. Sekarang ada banyak aplikasi online yang membantu. Pilihan lain adalah mencari tumpangan. Sisterfillah mungkin bisa menawarkan jasa menyetir atau patungan biaya bensin untuk mendapat jatah satu dua kursi.



4. Cari hiburan murah tapi meriah

Libur lebaran identik juga dengan tamasya ke tempat wisata. “Ingin bikin keluarga senang” sering jadi alasan untuk terus merogoh kocek. Cobalah kreatif tanpa perlu keluar banyak uang. Sisterfillah bisa memanfaatkan halaman rumah atau pergi ke taman kota yang gratis lalu membuat aneka perlombaan antar keluarga layaknya lomba tujuh belasan. Kegiatan seperti ini bisa jadi kenangan tak terlupakan.

 
5. Jangan tinggalkan kebaikan di Ramadhan

Sebagaimana pernah diungkap Forum Zakat Indonesia, penghimpunan dana zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf (ziswaf) cenderung meningkat saat Ramadhan. Beberapa bahkan menyengaja menggenapi kewajiban zakat maal pada bulan ini dengan harapan ikut mendapat keberkahan Ramadhan. Mungkin dikarenakan ingin meneladani akhlaq Rasulullah SAW dalam hadits berikut,

“Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan...” (Shahih Muslim 4/1083)

Simpanlah semangat kedermawanan ini meski Ramadhan telah berlalu. Bukankah Rasulullah juga demikian. Tetap miliki alokasi sedekah pada pos pengeluaran bulan-bulan mendatang. Catat juga posisi asset Sisterfillah pada Ramadhan tahun ini. Informasi ini akan bermanfaat untuk menghitung kewajiban zakat maal pada Ramadhan tahun depan.


Semoga tips ini bermanfaat dan Sisterfillah selamat sampai tanggal gajian berikutnya ya..

Contributor: Meidhita Anjani Dewi
Syari’ah Advisor: Fathimah Syauqi
Editor: Anisa Muthi’ah